News Flash

Pertamina Tunggu T&C Pemerintah Untuk Menentukan Mitra Blok Natuna

Pertamina Tunggu T&C Pemerintah Untuk Menentukan Mitra Blok Natuna

PT Pertamina (Persero) hingga sampai saat ini masih menunggu term & condition kontrak Production Sharing Contract (PSC) dari pemerintah terkait penyaringan tahap kedua atas 8 (delapan) calon mitra pengelola blok Natuna.

Baca selengkapnya...

  • Permen ESDM No 06 Tahun 2010 dan Masa Depan Migas Nasional

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) telah menerbitkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 06 Tahun 2010 tentang Pedoman Kebijakan Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi tertanggal 2 Februari 2010.

  • Produksi Batubara Adaro 2009 Meningkat 5,5%

    Pada tahun 2009 yang lalu, volume produksi PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik sebesar 5,5% menjadi 40,6 juta ton batubara.

  • Garap WKP Baru, Pertamina Berharap PI Tanpa Tender

    Perusahaan Minyak dan Gas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina (Persero) berharap untuk mendapatkan prioritas atau kesempatan memperoleh Participating Interst (PI) tanpa melalui proses tender sebagaimana National Oil Company (NOC) negara lain.

  • Saham Benakat Petroleum Alami Over Subscribe 11,6 Kali

    Penawaran saham PT Benakat Petroleum Energy Tbk (Benakat) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 11,6 kali. Menurut Vice President PT Danatama Makmur, Steffen Fang, permintaan saham Benakat didominasi 75% dari investor asing.
  • Medco Veretex Bentuk Usaha Patungan dengan Libyan Investment

    Medco International Veretex sebagai anak usaha dari PT Medco Energi International menjalin kerjasama dalam bentuk usaha patungan dengan Libyan Investment Authority (LIA).
  • Energi Mega Sudah Tidak Perdagangkan HMETD

    Mulai hari Selasa ini, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sudah tidak memperdagangkan kembali Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED). Menurut Pjs Kepala Divisi Perdagangan Saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Andre PJ Poele, pihaknya tidak akan memperdagangkan kembali HMETD milik ENRG.