Berita

Selasa, 9 Februari 2010

Pertamina Tunggu T&C Pemerintah Untuk Menentukan Mitra Blok Natuna

Sunandar PS-PME Indonesia

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) hingga sampai saat ini masih menunggu term & condition kontrak Production Sharing Contract (PSC) dari pemerintah terkait penyaringan tahap kedua atas 8 (delapan) calon mitra pengelola blok Natuna.

Demikian dikatakan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di GEdung Nusantara I, Jakarta, Senin (8/2).

"Status saat ini masih dikaji oleh pemerintah terhadap usulan term&condition yang telah disampaikan Pertamina kepada pemerintah," ujar Karen.

Tahap pertama, lanjut Karen, sebanyak 8 mitra telah tersaring dari 13 peminat diantaranya adalah Chevron, ENI, ExxonMobil, StatoilHydro, Total, Petronas, dan CNPC.

Pada awalnya, Pertamina mentargetkan sebagai operator sejak penunjukan awal, namun ketika bermitra dengan pijak lain (National/International Oil Company), maka diharapkan dalam 10 tahun telah terjadi transfer pengetahuan, pengalaman, dan expertise manajerial yang mitra miliki kepada Pertamina.

"Dengan demikian tidak ada rencana Pertamina untuk menjadi operator setelah 10 tahun operasi," jelas Karen.

Dalam paparannya, Karen menjelaskan terkait kriterian mitra untuk menggarap Blok Natuna diantaranya; Kesanggupan calon mitra untuk bekerjasama dengan Pertamina; mempunyai keunggulan/expertise dalam operasi E&P migas, dan memiliki teknologi penanganan CO2 kurang lebih 71 persen; Memiliki kemampuan/dukungan finansial yang kuat; dan mempunyai keinginan untuk membawa Pertamina menjadi World Class National Oil Company.

"Misalnya dengan mengikutsertakan Pertamina dalam kegiatan eksplorasi dan produksi di blok-blok yang mitra miliki di luar negeri," pungkasnya. (PME-01/SGT)