Berita
Senin, 22 Februari 2010
Beri Fasilitas, Pertamina Bisa Lebih Hebat dari Petronas
Sunandar PS - PME Indonesia
Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Reforminer Institute, sekaligus pengamat migas, Pri Agung Rachmanto saat dihubungi PME-Indonesia.com,
"Maju tidaknya National Oil Company (NOC) tersebut, lebih ditentukan oleh besar kecilnya support/dukungan pemerintah, bukan oleh direksi atau susunan direksinya," ujarnya.
Ia melanjutkan, selama keberpihakan pemerintah terhadap Pertamina tetap setengah hati, Pertamina tetap akan sulit maju.
"Apalagi kalau diintervensi secara politik," tegasnya.
Untuk itu, imbuh Pri Agung, adanya restrukturisasi jajaran direksi Pertamina tidak akan menjamin sebagai perusahaan NOC menuju kelas dunia.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Galaila Karen Agustiawan usai pelantikan (Jumat/19/2) mengatakan, Pertamina sebagai perusahaan migas nasional bisa lebih maju dan besar kalau ada dukungan penuh dari pemerintah.
"Saya yakin, kalau misalnya Pertamina diberikan fasilitas sama seperti apa yang telah diberikan seperti Petronas, Pertamina akan jauh lebih besar dari pada Petronas," kilahnya.
Karen mengingatkan, perbandingan antara fasilitas yang telah diberikan Petronas dengan fasilitas yang diberikan ke Pertamina bisa dilihat secara matrik.
"Saya juga bisa bilang begini, kalau saja direksi Pertamina sekarang ini dipindah ke Petronas, saya yakin Petronas akan lebih besar dari pada Petronas yang sekarang ini.
Sementara, Pengamat Perminyakan Kurtubi pesemis dengan capaian PT Pertamina untuk memajukan perseroannya bersanding dengan perusahaan migas nasional negara lain.
Menurutnya, PT Pertamina (Persero) akan sangat sulit untuk bisa bersanding dengan National Oil Company (NOC) negara lain, Petronas (Malaysia) dan PTT (Thailand), selama UU Migas tidak direvisi.
Selain mustahil bersaing dengan perusahaan kelas dunia lainnya, menurut Kurtubi, Pertamina juga akan sangat sulit untuk meningkatkan produksi migas secara signifikan. “Kecuali kalau pemerintah segera mereformasi UU Migas,” katanya.
Sementara dengan perkiraan laju harga minyak 2010 yang terus naik, Kurtubi menjelaskan Direksi baru Pertamina akan memperoleh tambahan profit, mendapatkan revenue yang besar serta setoran dividen. Pendapatan Pertamina serta negara pada akhirnya akan naik dengan meningkatnya harga minyak. Meskipun sebagiannya akan tersedot untuk membiayai kenaikkan subsidi BBM. (PME-01/SGT)




