Berita
Rabu, 3 Maret 2010
Gubernur Kaltim Desak Chevron Perhatikan Warga SekitarUyung Sy ? PME Indonesia
SAMARINDA ? Keberadaan Chevron di Marangkayu dan Muara Badak mestinya bisa turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Namun warga setempat mengklaim yang terjadi malah sebaliknya. Sejak ada Chevron, warga mengaku malah makin miskin.
Hal tersebut diungkapkan warga Sebuntal, Marangkayu, Kabupaten Kukar saat Gubernur Awang Faroek bersama rombongan berkunjung ke desa itu, Senin (1/3). Kunjungan itu merupakan hari pertama rangkaian kunjungan kerja gubernur menyusuri jalan Trans Kaltim menuju kawasan utara.
Awang meminta Chevron, memperhatikan kondisi kesejahteraan masyarakat daerah sekitarnya, di Marangkayu dan Muara Badak Kutai Kartanegara. Permintaan ini menurutnya wajar sebagai kewajiban perusahaan melakukan eksplorasi di daerah.
"Saya harapkan adanya kemitraan perusahaan dan pemerintah ya. Sebab Chevron mendapat tugas dari pemerintah sebagai operator untuk perurusan minyak di daerah sini. Jadi kewajibannya harus peduli daerah sekitar ini," kata Awang dalam pertemuan kelompok tani ternak "Obor Simpati" di Desa Sebuntal, Marangkayu, Senin (1/3).
Untuk mengatasi itu, Awang berencana mengundang pimpinan perusahaan membuka program CSR secara transparan. "Maka itu, saya undang pimpinan perusahaan. Berapa sih CSR nya untuk menjalankan, ini zaman keterbukaan. Kan pasti ada perencanaan CSR. Itu tinggal dijelaskan secara transparan. Berani apa menyumbang," katanya.
Sementara itu, salah satu wakil Chevron bidang Comunity Dovelepment Amat Siadi enggan menjelaskan lebih jauh program CSR apa saja yang telah dilaksanakan perusahaan migas di Marangkayu.
"CSR kami sudah berjalan bidang pertanian. Namun lebih rincinya silahkan bertanya ke pimpinan kami di pusat Chevron di Pasir Ridge Balikpapan," katanya. (PME-01/SGT)




