Berita

Selasa, 23 Februari 2010

Harga Minyak Sudah 80 Dolar Per Barel

Randa Amin – PME Indonesia

 

NEW YORK - Harga minyak menembus 80 dolar AS per barel pada Senin (23/2), karena pemogokan di perusahaan raksasa energi Prancis TOTAL dan kekhawatiran atas program nuklir Iran mengguncang pasar.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Maret, mencapai angka  tertinggi 80,51 dolar per barel. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April naik 25 sen menjadi 78,44 dolar.

 

"Sentimen cukup bullish pada saat ini, karena dari pemogokan di kilang Prancis dan kekhawatiran atas masalah nuklir Iran," kata Victor Shum, seorang analis di konsultan energi Purvin and Gertz.

Sebuah pemogokan oleh pekerja energi utama Total memasuki hari keenam, pada Senin (22/2). Pemerintah Prancis bergerak untuk menenangkan kekhawatiran kekurangan bensin, selama pemogokan di semua penyulingan minyak raksasa Total. Beberapa pengemudi Prancis bergegas untuk mengisi tangki mereka pada Minggu (21/2), setelah pekerja di Total mengangkat ancaman kekurangan. Di kota-kota seperti Rennes dan Toulouse, terlihat antrian di SPBU dan beberapa pompa habis.

Total memasok sekitar separuh dari SPBU Prancis.
Ketegangan antara eksportir minyak mentah Iran dan Barat atas tuduhan ambisi senjata nuklir Teheran, juga membantu meningkatkan harga, kata seorang analis.

 

Harga minyak meroket pekan lalu di tengah melemahnya dolar dan ketegangan antara pengekspor minyak mentah Iran dan Barat, kata para pedagang. Melemahnya mata uang AS membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang kuat, sehingga mengangkat permintaan. (PME-01/SGT)