Opini

Manajemen Migas Nasional Harus Dirombak

 

Amburadulnya pengelolaan industri migas menjadi penyebab stagnasi produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional sehingga tidak tercapainya target produksi nasional. Kondisi ini jika dibiarkan akan merugikan bagi bangsa ini karena itu perlu dan mutlak adanya perombakan total dalam manajemennya.

Stagnasi produksi migas nasional saat ini karena terjadi keanehan dalam management migas nasional dengan indikasi terjadinya penurunan produksi minyak yang sangat signifikan. Padahal potensi sumber daya migas di perut bumi yang terjebak di 120 cekungan relatif masih sangat besar.

Management cost recovery ditangani oleh lembaga BHMN (BP Migas) dengan tanpa dilengkapi dengan lembaga pengawas/komisaris/majelis wali amanat, padahal semua proses cost recovery berada dibawah kewenangan BP Migas dan nilai cost recovery yang dibayar negara sangatlah besar. Untuk tahun 2009 cost recovery mencapai sekitar Rp120 triliun.

Anehnya blok migas yang sangat berpotensi mengandung cadangan yang besar diserahkan kepada pihak lain, meskipun BUMN (Pertamina) sangat berminat untuk menggarap blok tersebut.

Aset nasional yang sangat likuid beerupa cadangan terbukti minyak dan gas yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat besar selama ini praktis mubazir tidak bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. Padahal semua perusahaan minyak asing manakala menemukan cadangan baru di suatu tempat/negara, perusahaan tersebut secara langsung memperoleh keuntungan berupa nilai asset/saham yang meningkat.

Untuk itu sektor migas bagi perekonomian Indonesia masih terlalu penting untuk dibiarkan dikelola secara efisien dan bertentangan dengan konstitusi. Dengan demikian, management perminyakan nasional di bawah Undang-Undang Migas No.22 Tahun 2001 sangat tidak efisien, penuh dengan ketidakpastian, peraturan saling bertentangan dan tidak investor friendly.

Penerimaan migas nasional bisa mencapai 500 triliun kalau ada upaya pengelolaan industri migas yang baik, tidak menjual migas ke luar negeri dengan harga murah. Begitu juga Indonesia bisa menjadi negara OPEC atau penghasil minyak sekitar 1,7 juta barel terbesar kalau Indonesia mau mencabut UU Migas No.22/2001 dalam 10 tahun kedepan.


Pengamat perminyakan dari Center for Petroleum and Energy Economics Studies, berdasarkan wawancara dan makalah “Menuju Ketahanan dan Kemandirian Energi yang Tangguh Dengan Mengoreksi Management Migas Nasional” yang disampaikan dalam Diskusi Migas The Habibie Center Anniversarry, Rabu (11/12) 

  • Prospek Pembangunan Pabrik Peleburan dan Pemurnian Tembaga
    Senin, 6 Desember 2010

    Senior Technology Advisor Copper Smelting-PT Nusantara Smelting Corporation, Satya Graha Soemantri mengungkapkan pendapatnya tentang prospek usaha smelter di Indonesia.

  • UU Lingkungan Jadi Kambing Hitam
    Minggu, 5 Desember 2010

    Anggota DPR Komisi VII, Ali Kasela mengungkapkan pendapatnya tentang UU Lingkungan yang menjadi pembicaraan stakeholders tambang dan migas.

  • Indonesia Butuh Waktu Bangun PLTN
    Sabtu, 4 Desember 2010

    Menteri ESDM mengungkapkan opininya mengenai PLTN dan perkembangan di sejumlah negara.

  • Gas Donggi Senoro untuk Domestik
    Kamis, 2 Desember 2010

    Alimin Abdullah, Anggota Komisi VII DPR RI mengungkapkan pendapatnya soal pemanfaatan gas Donggi Senoro

  • Indonesia Butuh Waktu Bangun PLTN
    Kamis, 15 April 2010

    Menteri ESDM mengungkapkan opininya mengenai PLTN dan perkembangan di sejumlah negara.

  • Harus Ada Pemetaan Energi Nasional
    Senin, 25 Januari 2010

    Anggota Komisi VII DPR, Dewi Ariyani mengungkapkan pendapatnya mengenai perlunya pemetaan wilayah energi.

  • Perlu Aturan Edukatif Penyediaan Teknologi & Bahan Baku Tambang
    Senin, 18 Januari 2010

    I Gusti Putu Surya Wiriawan, Direktur Industri Logam Direktorat Jenderal Industri Logam, Departemen Perindustrian mengungkapkan pendapatnya tentang kemampuan dalam negeri mengolah slime.

  • Tjatur: Jangan Harap Korupsi di Sektor ESDM Bisa Disentuh
    Kamis, 15 Oktober 2009

    Tjatur Sapto Edi menilai, korupsi di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum tersentuh. Selama ini kasus korupsi yang ditangani baru di sektor perbankan, alih fungsi hutan, perhubungan dll.

  • Menatap Masa Depan Industri Pertambangan
    Minggu, 23 Agustus 2009

    Masa depan industri pertambangan berada pada UU No. 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara. Bagaimana permasalahan industri pertambangan?

  • Pengembangan Energi Terbarukan Tergantung Pricing Policy
    Rabu, 19 Agustus 2009

    Kunci keberhasilan pengembangan energi baru dan terbarukan terletak pada soal harga. Jika ekonomis, pengembangan bisa dilakukan dalam skala besar dan sustainable.

  • PIDATO PRESIDEN
    Senin, 3 Agustus 2009

    Inilah teks lengkap pidato kenegaraan Presiden SBY tentang RAPBN 2010 dan Nota Keuangannya di DPR RI.

  • Harga Minyak Diprediksi Tembus US$100
    Selasa, 23 Juni 2009

    Pemerhati Timur Tengah Arafah Muhammad yakin trend harga minyak mentah dunia bakal tembus US$ 100 per barrel di akhir tahun 2009.

  • Ririn Dukung Penghematan BBM
    Senin, 18 Mei 2009

    Di sela-sela kesibukannya shooting sinetron, artis Ririn Dwi Aryanti masih sempat memperhatikan upaya penghematan BBM. Dia menilai, upaya penghematan BBM perlu dibudayakan.

  • Lutfi Heyder: KK Pasir Besi Lebih Fair
    Jum'at, 24 April 2009

    Kontrak Karya (KK) selama ini banyak dipersoalkan. Terutama karena kecilnya perolehan yang diterima negara. Namun KK Pasir Besi di Jogja berbeda. KK generasi VII plus ini dibuat lebih fair.

  • Indonesia Masih Butuh Waktu Bangun PLTN
    Rabu, 15 April 2009

    Menteri ESDM mengungkapkan opininya mengenai PLTN dan perkembangan di sejumlah negara.

  • Teuku Wisnu Prihatin Kinerja PLN
    Rabu, 11 Maret 2009

    Peraih Panasonic Award 2009 untuk kategori aktor paling favorit ini ternyata concern juga dengan masalah kelistrikan. Dia prihatin dengan pemadaman bergilir yang masih banyak terjadi di beberapa daerah.

  • Inilah Pasal-Pasal Bermasalah dalam UU Minerba
    Selasa, 3 Februari 2009

    Sejak awal UU Minerba mengundang kontroversi. Selain pasal 169 yang dipersoalkan tiga fraksi, sejumlah pasal dalam UU ini juga bermasalah. Apa saja?

  • Pandangan Fraksi PAN Mengenai RUU Minerba
    Selasa, 16 Desember 2008

    Fraksi PAN menolak pengesahan RUU Minerba menjadi UU. Saat Sidang Paripurna DPR untuk mengesahkan RUU Minerba, seluruh anggota F-PAN melakukan aksi walk out. Berikut pandangan fraksi ini terhadap RUU Minerba.

  • PKB Inginkan Pemerintah Bentuk Badan Untuk Tangani Investasi Pertambangan
    Minggu, 23 Nopember 2008

    Pembahasan RUU Minerba masih alot, terganjal oleh masalah bentuk perijinan dan mengenai aturan peralihan. PKB minta pemerintah bentuk badan khusus untuk tangani soal investasi pertambangan.

  • Sogi Prihatin PLN Kekurangan Batu Bara
    Selasa, 11 Nopember 2008

    Komedian Sogi Indraduaja prihatin PLN kekurangan batu bara dan berencana impor dari Australia. Dia mendukung kebijakan pemerintah menerapkan DMO bagi produsen batu bara.

  • Zulkieflimansyah: Divestasi Newmont Harus Diselesaikan Secara Transparan
    Selasa, 21 Oktober 2008

    Anggota Komisi VII DPR RI Zulkieflimansyah minta penyelesaian kasus divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara dilakukan secara transparan. Anggota DPR dari NTB ini berharap adanya win-win solution.

  • Rieke Kuatir Indonesia Bakal Krisis Panjang
    Jum'at, 10 Oktober 2008

    Meski pemerintah seolah-olah tenang-tenang saja dengan krisis keuangan global, namun Reieke Diah Pitaloka sebaliknya. Pemeran Oneng dalam sitkom Bajaj Bajuri ini concern betul soal itu.

  • The Mineral Debate
    Kamis, 11 September 2008

    Apa yang dinamakan "the mineral debate" sudah berlangsung sejak awal tahun 1970-an dan sampai sekarang tidak sampai kemana-mana. The mineral debate pada dasarnya berkisar pada kekhawatiran satu pihak akan terjadinya kelangkaan mineral dan di lain pihak ad