Opini

Minggu, 31 Januari 2010

Harus Ada Pemetaan Energi Nasional

Dewan Energi Nasional (DEN) memiliki posisi strategis dalam kancah penanganan masalah energi nasional.

 

Ada tiga tahapan langkah strategis yang harus dilakukan DEN, yakni:

 

Pertama, DEN harus mencari potensi naisional dengan cara melakukan riset dan potensi secara nasional dan akurat, ini tidak pernah dilakukan pemerintah.

 

Kedua, melakukan pemetaan energi nasional, ini akan terkait dengan tata geologi tata lingkungan.

 

Ketiga, harus diciptakan yang namanya mekanisme, mekanismenya sendiri yang menjelaskan, handlingnya bagaimana, rekan kerjanya siapa? Setelah itu baru direncanakan pemanfaatan dan teknologinya. Disini yang paling penting adalah monitoring dan evaluasi.

 

Dari hulu ke hilir mekanisme berpikir pemerintah dalam pengelolaan energi kita sangat tidak profesional karena basic dari hulunya ini riset dan survey secara nasional belum pernah dilakukan. Jadi bagaimana kita bisa mengklaim batubara kita sudah habis atau minyak kita tinggal sedikit, ini itu habis, bagaimana kita bisa mengatakan semua itu, sementara riset dan potensi secara nasional saja belum dilakukan.

 

DEN belum apa-apa selalu membahas masalah sedangkan dari hulunya mereka tidak pernah dipikirkan. Harus dilakukan perencanaan yang benar, membuat kue saja harus ada tahapannya dan resepnya apalagi mengurus soal energi yang menyangkut kepentingan banyak orang.

 

Soal pendanaan,  jika ada kelebihan anggaran dari pemerintah harusnya diberikan pada DEN agar mereka melakukan riset dan potensi secara nasional yang komprehensif. Kalo hasilnya sudah jelas bikin pemetaan, wilayah mana saja yang merupakan wilayah pertambangan nasional karena disitu efeknya banyak kita bisa menata, tata geologi, tata lingkungan bahkan kita bisa menentukan seandainya disitu ada potensi 80% pertambangan maka jangan sampai ada wilayah pemukiman dan langsung bisa dicanangkan sebagai wilayah kawasan pertambangan nasional. Clear sehingga tidak ada masalah yang muncul dari lahan tambang yang dikelola.

 

DEN harusnya tidak hanya memikirkan energi saja tapi harus memikirkan juga efek sosial, efek geologi, efek kehutanan dan lainnya.

 

 
Keanggotaan DEN

 

Soal keanggotaan, harusnya ketua harian DEN melakukan evaluasi, tapi kalau tidak mempunyai strategi semacam ini itu akan sulit memetakan siapa timnya dia. Siapa yang bisa dia pakai siapa yang tidak.

 

Setelah dipetakan siapa yang dipakai dan siapa yang tidak, harus dibuat  job descriptiont. Job descriptiont nya harus dibarengi dengan KPI (Key Performance Indicator). Buat variable-variable orang ini bisa masuk atau tidak? Setelah itu petakan orang-orangnya mana yang bisa masuk mana yang tidak.

 

Ketua harian DEN jangan sungkan-sungkan untuk mengganti anggotanya yang tidak kompeten. Budget nya pun begitu, kalau sudah mempunyai perencanaan yang komprehensif, maka apapun rintangannya harus berani fight untuk mendapatkan itu. (PME-01/SGT)

 

Pendapat ini disarikan dari wawancara Wartawan PME Indonesia, Uyung Syafitri dengan Anggota Komisi VII DPR, Dewi Ariyani dari FPDIP.